post-body blockquote { margin: 10px 10px 10px 20px; padding: 10px 15px 10px 15px; line-height: 1.6em; color: #000000; background: url(https://lh3.googleusercontent.com/-aSB20tdyWmE/TW-Kk0nE6MI/AAAAAAAAAYI/hltnBvui1Vs/s1600/45.jpg ) no-repeat left top; border-left: 10px solid #666666; }

Selasa, 24 April 2012

Contoh Identifikasi Film

Identifikasi Film

Judul Film                      :Alangkah Lucunya Negeri Ini
Nama Tokoh                   :
1.      Muluk (Reza Rahadian)àResah, gelisahàKonflik internal
2.     Makbul (Deddy Mizwar)àTegasàKonflik eksternal
3.     H.Sarbini (Jaja Mihardja)àKeras kepalaàKonflik eksternal
4.     Rahma (Rina Hassim)àSolehah
5.     Jupri (Edwin Bejo)àBesar mulut
6.     H.Rahmat (Slamet Rahardjo)àTenangàKonflik eksternal
7.     Jarot (Tio Pakusadewo)àKasar, sadar pendidikanàKonflik eksternal
8.     Syamsul (Asrul Dahlan)àMudah menyerahàKonflik internal
9.     Pipit (Tika Bravani)àMalas berusahaàKonflik internal
Nama Pemain                  :
1.      Reza Rahadian
2.     Tika Bravani
3.     Asrul Dahlan
4.     Deddy Mizwar
5.     Slamet Rahardjo
6.     Tio Pakusadewo
7.     Jaja Mihardja
8.     Edwin Bejo
9.     Rina Hassim

Sutradara                      :Deddy Mizwar

A.Sinopsis Film

Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa.

Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet.

Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka

“Usaha" yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. Dibantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan.

Berhasilkah mereka mendidik anak-anak tersebut?

Apa yang terjadi jika orang tua Muluk mengetahui bahwa gaji anaknya dari hasil mencopet?

B.Identifikasi Film
Unsur Intrinsik
1.      Tema                             :Kehidupan sosial
2.     Amanat              :
Ø  Pendidikan itu sangat penting
Ø  Jangan mencari pekerjaan yang haram
Ø  Hargailah niat baik seseorang
Ø  Anak jalanan tidak boleh dibiarkan, harus dididik
Ø  Jangan hanya menertibkan yang di bawah(pengasong), tertibkan juga yang di atas(koruptor)
Ø  Jangan menunjukkan kedermawanan tetapi tunjukkan kualitas berpikir sebelum pemilu
3.     Penokohan
Ø  Muluk                :Pantang menyerah, gigih, baik, pintar, resah
Ø  Pipit                  :Pintar, kurang berusaha
Ø  Syamsul :Pintar, mudah menyerah
Ø  Makbul  :Tegas, sensitif
Ø  H.Sarbini           :Suka memandang rendah orang lain, keras kepala
Ø  H.Rahmat           :Tenang
Ø  Jarot                :Kasar, sadar akan pendidikan
Ø  Rahma               :Pendiam, solehah
Ø  Jupri                 :Besar mulut
                         
4.     Latar                :
·         Tempat: Pasar, Mall, Bis umum, Gedung usang tempat tinggal copet, rumah
·         Waktu   : Pagi, siang, sore, malam
·         Suasana:Mengharukan, memprihatinkan, menyedihkan
5.     Alur                              :Maju
6.     Sudut Pandang    :Orang ke-
7.     Gaya bahasa                   :Didominasi oleh bahasa gaul

Unsur Ekstrinsik
1.     Agama               :Islam
2.    Ekonomi :Menengah ke bawah
3.    Sosial                :Nilai dan norma belum ditepati

C. Analisis Film


A.    Gerakan yang dilakukan pemain dalam film ini dilakukan cukup bermakna, memperjelas karakternya dan cukup proposional, tidak overacting.

Contoh: Saat Muluk mengacungkan jempolnya pada anak didiknya yang telah menjadi pengasong yang maknanya ia sangat bangga pada anak-anak yang tidak mencopet itu lagi.

B.     Dalam film ini para pemain telah melakukan gesture atau gerakan-gerakan kecil yang bermakna (Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia hal.63).

Contoh: Gerakan mengerenyitkan dahi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan saat berdebat dengan Muluk yang menandakan ia telah frustasi karena perusahaannya bangkrut, gerakan menggeleng-gelengkan kepala yang dilakukan Haji Rahmat ketika melihat anaknya mengisi formulir hadiah yang maknanya ia sangat bingung melihat anaknya yang tak ada pekerjaan dan melakukan hal-hal yang tidak penting.

Dalam film ini, pemain juga telah melakukan business atau aktivitas seorang pemain ketika ia tidak berdialog dan berbuat suatu kesibukan (Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia hal.63).

Contoh : Gerakan menjahit yang dilakukan Pak Makbul saat ia mendengarkan Haji Sarbini bicara, gerakan Muluk seperti orang keheranan ketika melihat sekelompok orang mengangkati barang milik direktur perusahaan yang telah bangkrut sambil mendengarkannya bicara,

C.     Dalam film ini pemain telah menguasai panggung dengan baik, karena penonton bisa terfokus pada mereka disebabkan mereka telah pandai memilih posisi dan tidak membelakangi wajahnya terhadap layar kaca.

Dalam film ini pemain juga telah melakukan blocking(Pengelompokan pemain) dengan benar.Contohnya pada saat perkelahian antara Komet dan Glenn(Pencopet), kelompok yang lain telah dapat menempatkan dirinya dengan baik sehingga mereka tidak menghalangi pandangan penonton terhadap adegan tersebut.

Namun masih ada sebagian pemain yang bergaya kaku, apakah itu memang telah ditentukan atau memang kondisi pemain yang kurang menguasai karakternya.

D.    Dalam film ini sebagian besar para pemain telah memiliki vokal yang jelas.Namun, masih ada sebagian yang kurang jelas.

E.     Dalam film ini, ada sebagian kata yang kurang tepat pelafalannya seperti kata “Dinas” dibacanya dengan “Dines” dan kata “Sekali” yang dibaca “Skale”.Tetapi tekanan yang diberikan pada ucapannya telah bervariasi dan tepat.







D.Laporan
         
            Film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar ini bisa dikatakan telah memenuhi standar perfilman meskipun ada sedikit kekurangan karena “Tak ada gading yang tak retak”.Film yang bertemakan kehidupan sosial  memiliki nilai moral dan sosial yang tinggi, menjunjung tinggi pendidikan, serta memiliki banyak pesan yang sebaiknya kita terapkan dalam kehidupan kita.

            Dalam film ini, para pemain telah menguasai teknik melakukan gerakan dengan baik.Mereka tidak berlebihan dalam berakting (overacting).Mereka hanya melakukan gerakan sewajarnya sehingga tidak menimbulkan kesan ramai. Dalam film ini para pemain telah melakukan gesture atau gerakan-gerakan kecil yang bermakna, seperti mengerinyitkan dahi, menggelengkan kepala. Dalam film ini, pemain juga telah melakukan business atau aktivitas seorang pemain ketika ia tidak berdialog dan berbuat suatu kesibukan sehingga suasana menjadi hidup.

            Dari segi teknik penguasaan panggung, Pemain telah menguasai panggung dengan baik, karena penonton bisa terfokus pada mereka disebabkan mereka telah pandai memilih posisi dan tidak membelakangi wajahnya terhadap layar kaca. Selain itu, pemain juga telah melakukan blocking(Pengelompokan pemain) dengan benar. .Contohnya pada saat perkelahian antara Komet dan Glenn(Pencopet), Kelompok yang lain telah dapat menempatkan dirinya dengan baik sehingga mereka tidak menghalangi pandangan penonton terhadap adegan tersebut.

            Kemudian Dalam film ini sebagian besar para pemain telah memiliki vokal yang jelas. Namun, ada sebagian kata yang kurang tepat pelafalannya seperti kata “Dinas” dibacanya dengan “Dines” dan kata “Sekali” yang dibaca “Skale”.Tetapi tekanan yang diberikan pada ucapannya telah bervariasi dan tepat.




Daftar Pustaka

·         Suryanto, Alex., Haryanta, Agus.2007.Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia.Tangerang:esis.
·         www.google .co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar